
“Ya Allah, Terimalah khitan kami, Selamatkanlah urusan urusan kami, Sembuhkanlah dari sakit (karena khitan) ini. Bayarkanlah hutang-hutang kami, Jadikanlah (kenyataan) cita-cita kami, Lapangkanlah rezeki-rezeki kami dengan kemurahan-Mu, wahai zat yang maha memberi”
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Insya Allah kami akan menyelenggarakan AcaraTasyakuran Khitan anak kami :
Bapak H. Dachler Imam Munandar (H. Dimas) & Ibu Hj. Miftachul Chaulah
Siang dan malam berganti begitu cepat, Kami nantikan kehadiran para keluarga dan sahabat :
Bertempat di :
Gift
Nama Penerima
Sopia & Sigit
Alamat Penerima
um has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing
Ya Allah, berikanlah kesembuhan yang cepat baginya, kuatkanlah fisiknya, dan cerdaskanlah akalnya. Jadikanlah ia anak yang berbakti kepada orang tua, santun dalam berkata, dan mulia dalam berakhlak.
Lindungilah ia dari pergaulan yang salah dan jagalah ia dalam setiap langkah kehidupannya. Semoga ia tumbuh menjadi pribadi yang membawa cahaya bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Aamiin Yaa Mujibas Saailiin.”
Tekan untuk membuka undangan